Jumat, 07 Juni 2013
SETIA OR NOT ????
Menjadi pribadi yang setia dalam makna umum ternyata tidak mudah. Setia kawan, setia pada pasangan dan setia pada ideologi adalah hal yang sangat mudah diucapkan tetapi dalam aplikasinya sangat sulit. Perubahan situasi dan kondisi psykologis teman maupun pasangan dan juga permasalahan yang kita hadapi kadang,membuat kita harus berpikir ulang, apakah kita akan setia dengan kesetiaan kita.
Suami kita di awal pernikahan nampak hanya sisi baik pribadinya saja, namun seiring waktu kita tahu banyak sekali hal-hal tersembunyi yang membuat kita merasa sangat tidak cocok dan merasa kita sudah salah pilih.
Kadang godaan teman facebook kita yang lebih perhatian dibanding suami juga mendorong kita untuk mencari pelampiasan dengan HTS(Hubungan Tanpa Status).
Begitu juga teman, kita sudah berusaha selektif dalam berteman ternyata kita salah menilai teman kita, awalnya kelihatan baik ternyata kita cuma dimanfaatkan saja. Kita sudah perhatian pada mereka ternyata mereka gak peduli kita di saat kita butuh teman! Sakit sekali bukan!
Nah menghadapi situasi ini kita akan dihadapkan pada satu konflik, antara bertahan dengan kondisi yang ada dan keinginan untuk mengubah keadaan yang kita rasakan merupakan tekanan batin. Masalah ini lambat laun akan jadi sumber stress bila tidak kita cari solusinya! Nah ada beberapa hal yang bisa kita lakukan menghadapi sikon ini :
1. Mencari sumber masalah.
2. Mengkomunikasikan dengan sumber masalah, bila perlu dinego hingga dicapai titk temu.
3. Mencari orang ketiga untuk membantu menyelesaikan masalah, bila kita tidak mencapai titik temu.
4. Bila perlu konsultasikan dengan ahlinya, sehingga kita tidak salah langkah.
Okey guys, marilah kita selesaikan masalah tanpa masalah.
Langganan:
Postingan (Atom)